Minggu, 07 Oktober 2012

(Calon) Tulang Rusuk-Ku

Assalamu'alaikum (Calon) Tulang Rusuk-Ku,
Apa kabar imanmu hari ini?
Sudahkah kau tersenyum, karena senyummu adalah sumber inspirasi dan semangatku.
Sudahkah kau bersyukur, karena masih bisa melihat indah mentari pagi ini?
Sudahkah air wudhu menyegarkan ingatanmu atas pedoman hidup yang harus kau pegang?
Sudahkah kau menyebut namaNYA, agar selalu ingat bahwa hanya DIA-lah dzat penentu segalanya?

(Calon)  Tulang Rusuk-Ku,
Di sini aku diberikan kesempatan untuk belajar menjadi laki-laki dewasa, agar aku bisa lebih bijak menyikapi hidup dan kehidupanku, hingga aku siap untuk membimbingmu kelak.
Meskipun kadang keluh kesah & putus asa datang menghampiri, namun aku yakin, kaulah pendampingku, insya'Allah.

(Calon)  Tulang Rusuk-Ku,
Entah di mana kau sekarang, apa yang kau lakukan, apa yang kau rasakan, apa yang kau pikirkan, dan apa yang kau impikan, sungguh, aku tidak pernah tahu.
ALLAH Maha Mengetahui, tempat di mana aku menjadi tegar, sabar, dan tawakal, agar aku senantiasa mengingat dan mencintai-NYA.
Untuk itulah aku yakin, dan aku percaya.
ALLAH senantiasa melindungimu dari musibah, menjauhkanmu dari fitnah, dan menjagamu dari dosa.

Sering aku bertanya, kenapa ALLAH selalu menguji tepat di palung hatiku paling dalam?
Membuatku terlihat lemah tak berdaya?
Ketika aku menyadari bahawa ujian itu sesungguhnya adalah bagian terapuh yang ada pada diriku. Dan seiring berjalannya waktu, kini aku temukan jawaban.
Ujian demi ujian yang ALLAH berikan semata-mata membantuku semakin tangguh, kuat, dan siap, sehingga saat kita bertmu kelak, kau akan bangga telah memiliki aku untuk membimbingmu, menghormatimu, membahagiakanmu, melindungimu, menjagamu, menyayangimu, dan memuliakanmu.

Aku yakin kini ALLAH telah melatihmu untuk menjadi seorang yg penyabar, pemaaf, dan penyayang, yang meski tak smpurna tanpa aku kehadiranku di sisimu, hingga kau bisa, sanggup, mampu, dan ikhlas untuk menerima apa adanya aku.

Aku berharap, aku berdo'a, agar aku bisa menjadi seorang imam yang mendapat keridhoan-NYA serta keikhlasanmu.

Aku pencemburu, dan aku cemburu jika kau mencintai pria yang lain. Tapi jika ALLAH lebih kau cintai, aku rela, aku ikhlas, karena ALLAH hanya menitipkanmu kepadaku.

Aku berharap bukan karena ketampanan yang kau pandang, bukan karena kekayaan yang kau lihat, karena semua itu tidak kekal, tidak abadi. Tapi perhatikan aku sebagai calon imam yang membimbingmu dengan iman dan Islam.

ALLAH tidak akan pernah memberi apa yang kita inginkan, tapi apa yang kita butuhkan. Dan aku yakin, kaulah yang aku butuhkan.

Maka kini telah kupersiapkan diri sebaik mungkin, fisik, mental, akal, dan imanku untuk memilikimu atas izin-NYA. Meskipun akau sadar aku bukan hamba-NYA yang terbaik, tapi setidaknya aku mampu menjadi yang terbaik di sisimu kelak.

(Calon)  Tulang Rusuk-Ku ,
Inilah sekilas harapan dan do'a yang aku ucapkan, aku ukir dalam rangkaian kata, untaian makna. Kelak saat kita bersama, entah itu kapan, maka saat itulah kita belajar mengikhlaskan diri masing-masing untuk dapat saling menerima, saling menjaga, saling mengingatkan, saling melindungi, saling menghormati, saling menyayangi, dan saling memuliakan satu sama lain.