Minggu, 23 September 2012

Ciri-Ciri Kepribadian Phlegmatis

Orang phlegmatis adalah tipe orang yang paling menyenangkan untuk dijadikan kawan. Berlawanan dengan orang koleris yang keras dan sangat menuntut, orang phlegmatis adalah orang yang manis, tidak mendesak, dan tidak suka memerintah.

Mereka mempunyai sikap pemalu dan tidak suka menonjolkan diri. Mereka menyukai keramaian dan sosialisasi, sejauh keramaian itu tidak berpusat pada diri mereka. Orang phlegmatis adalah orang yang sopan dan mempunyai aturan yang baik dalam pergaulan.

Orang phlegmatis tidak suka dengan konflik dan pertentangan. Mereka lebih senang memberikan dukungan dan melayani serta setuju dengan pendapat orang lain. Dalam setiap pertengkaran atau perbedaan pendapat, orang phlegmatis adalah penengah yang baik, karena mereka tidak mudah tersinggung.

Berbeda dengan orang sanguin yang terbuka dan suka berbicara, orang phlegmatis tertutup walaupun mereka senang bersosialisasi. Mereka juga pendengar yang baik dengan selera humor yang menggigit.

Dalam mengerjakan suatu pekerjaan, orang phlegmatis hanya bisa mengerjakan satu hal dalam satu waktu tertentu. Mereka tidak bisa mengerjakan banyak hal secara bersamaan. Orang phlegmatis mampu dan senang mengerjakan pekerjaan yang bersifat monoton dan berulang serta tidak banyak variasi – itu akan sangat membosankan bagi orang sanguin dan koleris.

Selain tertutup, orang phlegmatis adalah orang sangat baik dalam menyimpan rahasia. Bila mereka sudah berjanji untuk menyimpan suatu rahasia, maka mereka tidak akan pernah mau dengan sengaja menceritakan rahasia itu kepada orang lain.

Orang phlegmatis sangat baik dalam menerima perintah. Satu hal yang sangat sulit dilakukan oleh mereka adalah berkata ”tidak.” Mereka memiliki sifat menyerah dan suka menyenangkan orang lain. Mereka akan berusaha melakukan apa yang diinginkan oleh orang lain. Sifat tidak tegas ini sering kali disalahgunakan oleh orang dengan tipe kepribadian lain untuk memanfaatkan atau memanipulasinya. Mereka bisa dengan mudah dibujuk untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin mereka lakukan, atau membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Ini semua karena mereka ingin menyenangkan orang lain dan menghindari konflik.

Orang phlegmatis suka akan hal yang sama atau status quo. Ini disebabkan mereka senang dengan keadaan, bila mereka bisa mendapatkan kestabilan. Mereka tidak menyukai kejutan. Itulah sebabnya mereka senang makan di tempat yang sama, menonton film di tempat yang sama, mengunjungi tempat hiburan yang sama, menginap di hotel yang sama, memesan menu makanan yang sama, pergi ke pusat perbelanjaan yang sama, dan hal-hal yang sama lainnya.

Orang phlegmatis bersifat sentimental. Mereka biasanya akan menyimpan surat-surat lama, foto kenangan, surat cinta, tanda kenangan, dan buku-buku lama. Semua ini berguna untuk mengenang masa-masa lalu mereka yang menyenangkan dan penuh arti. Jumlah orang phlegmatis dalam masyarakat berkisar 30 % - 35 % dari total populasi.

Orang phlegmatis mempunyai kebutuhan mendasar penghargaan dan penerimaan. Mereka akan sangat bahagia bila kedua kebutuhan ini bisa mereka dapatkan. Mereka juga tidak banyak menuntut. Karena mereka tidak terlalu menuntut, mereka dapat menerima hidup apa adanya. Orang phlegmatis adalah orang yang tenang dan bahagia hidupnya.

Berkawan dengan orang phlegmatis sangatlah menyenangkan karena mereka adalah orang yang rendah hati, sabar, dan simpatik. Mereka mempunyai rasa simpati dan empati yang besar terhadap penderitaan orang lain.

Sebagai orng tua, orang phlegmatis adalah orang tua yang baik, sabar, dan selalu menyediakan waktu bagi anak. Mereka tidak pernah tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu. Mereka bisa menerima anak mereka seperti apa adanya dan bisa mengambil yang baik dari suatu kejadian yang kurang baik atau buruk.

1. Kekuatan Pribadi Phlegmatis
Orang phlegmatis mudah bergaul. Mereka senang menjalani kehidupan yang tenang dan dalam kecepatan yang tetap.

Orang phlegmatis dapat diandalkan. Mereka suka dengan rutinitas karena hal ini membuat mereka merasa nyaman. Mereka tidak suka dengan kejutan. Mereka melakukan sesuatu dengan metode yang baku, teruji, dan standar tanpa banyak variasi. Setelah melakukan suatu tugas beberapa kali ( berulang ), maka cara kerja itu akan segera menjadi cara kerja standar mereka dan mereka cenderung untuk tidak mau mengubahnya.

Orang phlegmatis memilki sifat teratur dan efisien, mereka lebih suka mengetahui bahwa suatu keadaan berjalan dengan baik. Di samping itu mereka sangat praktis. Mereka selalu mencari solusi yang paling sederhana dari setiap masalah yang dihadapi.

Orang phlegmatis juga bersikap konservatif. Mereka suka berpegang pada hal-hal yang mereka tahu akan berhasil Pakaian, prilaku, agama, politik, investasi usaha, dan lain-lain, semuanya itu dilakukan dengan dasar konservatif ( sangat berhati-hati ).

Orang phlegmatis adalah tipe diplomat. Mereka dapat melihat berbagai hal dari sudut pandang orang lain. Mereka juga sangat sabar dan juga bisa sangat humoris. Dengan kesabaran, simpati, empati, dan ketenangan yang dimilikinya, orang phlegmatis bisa menjadi pemimpin yang hebat dan disenangi oleh bawahannya.

2. Kelemahan Pribadi Phlegmatis
Seperti tipe kepribadian lainnya, kelemahannya hanya timbul saat kekuatannya digunakan secara berlebihan sehingga terjadi penyalahgunaan. Perlu diketahui, aktivitas kita hampir salalu didasarkan pada kekuatan yang kita miliki. Kita akan berada dalam suatu zona kenyamanan ( comport zone ) saat aktivitas kita sesuai dengan perasaan dan kepribadian kita. Nah, orang phlegmatis merasa paling nyaman bila bisa beraktivitas sebagai individu pemalu, lembut, stabil, mantap, manis, sentimentil, dan menerima.

Orang phlegmatis kadang kala bisa menjadi penakut. Mereka tidak suka dengan situasi yang tidak mereka kenal. Mereka lebih senang dengan hal-hal yang telah terbukti bisa berjalan. Dengan kata lain, mereka ingin mengetahui hasilnya sebelum mereka memulainya.

Orang phlegmatis bisa sangat plinplan. Saat Anda mengajukan satu pertanyaan, mereka biasanya akan memberikan dua atau tiga jawaban. Mereka tidak senang membuat kesalahan, dan mereka juga tidak ingin menimbulkan ketidakharmonisan. Mereka akan memberikan jawaban yang mereka pikir ingin Anda dengar. Jika Anda bertanya ”mau makan di mana ?,” mereka mungkin akan menjawab, ”di mana saja boleh” atau ”terserah.” Sebenarnya mereka tidak ingin memberikan jawaban yang nantinya ternyata membuat Anda tidak senang. Jadi, mereka main aman saja. Ingat, sama seperti orang sanguin, orang phlegmatis suka menyenangkan orang lain.

Jadi, saat seorang phlegmatis bersikap agak plinplan, maka bersabarlah. Ajukan lagi pertanyaannya dengan penuh kesabaran dan rasa cinta kasih. Pasti mereka akan memberikan jawaban sesuai dengan kehendak mereka.

Alasan lain mengapa orang phlegmatis kelihatannya plinplan adalah karena mereka lebih suka dengan jawaban atau keputusan yang mempunyai hasil yang dapat diperkirakan. Jika mereka tidak tahu bagaimana pilihan mereka akan mempengaruhi orang lain, maka mereka akan ”membeku” dan berusaha menunda membuat keputusan. Ini bukan karena mereka tidak bisa membuat suatu keputusan – mereka sebenarnya tidak ingin melihat orang lain terluka atau tertinggal karena keputusan mereka itu.

Orang phlegmatis adalah tipe penonton – kurang aktif dan kurang berinisiatif. Mereka lebih suka berada di belakang layar dan tidak senang menjadi pusat perhatian.

Orang phlegmatis juga cenderung mencari selamat. Mereka takut mendapat malu. Karena mereka begitu sulit untuk mengatakan ”tidak” kepada orang lain, maka mereka akan memposisikan diri sedemikian rupa sehingga Anda tidak akan kecewa. Mereka melakukan ini dengan cara pasif dan tidak dengan cara konfrontasi.

Orang phlegmatis kadang kala kurang bersemangat, kurang motivasi. Mereka lebih suka diam dan menunggu perintah untuk mengerjakan sesuatu. Ini bukan karena mereka malas, tetapi mereka lebih suka tidak mengerjakan apa pun daripada mengerjakan sesuatu dan ternyata itu salah. Bila mereka tidak diberi penghargaan dan pengarahan, maka mereka akan menjadi prustrasi dan menyerah, tidak mau mengerjakan apa-apa lagi. Sebaliknya, bila mereka mendapat pengarahan dan bimbingan, mereka akan mau mengerjakan lebih banyak daripada yang diharapkan.

Jatuh

melangkah lagi…
menghirup udara malam ini,
tiada angin yg berkejaran,
hening…
nafas semakin berat,
saat terkumpul sisa-sisa kecewa,
tetap kuhirup dan kunikmati,
hingga jenuh aku berpikir…

hilang kndali diri,
sesaat wewangian pun tercium,
menusuk indera yg kupunya,
semakin cepat melayang…

jantung berdegup kencang,
jiwa menggigil ketakutan,
dadaku sesak,
penuh makian,
pada dunia,
pada waktu yang telah bergulir,
pada ketidakadilan ini…

aku jatuh…
menukik tajam,
membentur bumi…

Manfaat Buah dan Sayur Bagi Versi ito ^_^

Sebagaimana seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa buah memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan tubuh kita. Berikut ini adalah beberapa macam akronim berbagai macam dan jenis buah-buahan yang sering kita temukan di sekitar kita. Silahkan pilih salah satu yang Anda sukai, dijamin aman, halal dan lezat. ^_^

1) Apel (Ayo Pelajari al-Qur'an)

2) Strawberry (Selalu Taat Beribadah dan Rajin Memberi) 

3) Jeruk (Jangan Berbuat Buruk)

4) Pisang (Pantang Iri Hati, Sirik dan Angkuh)

5) Anggur (Anggota Gemar Bersyukur)

6) Jambu (Jaga Iman dalam Kalbu)

7) Tomat (Tobat dan Anti Maksiat)

8) Talas (Tidak Ada Kata Malas) 

9) Mentimun (Menuntut Ilmu Tidak Banyak Melamun)

10) Salak (Sabar dan Berakal)

sebaiknya konsumsi setiap hari, setuju? ^_^

Alasan Kenapa Panjang Penggaris Mayoritas 30 cm

Kalau kalian pernah melihat penggaris yang dipakai di sekolah dasar dan menengah, kemungkinan besar penggaris itu panjangnya 30 cm. Tigapuluh sentimeter itu lebih kurang sama dengan 12 inci atau 1 kaki (foot, ini satuan panjang ala Kerajaan Inggris). Pernahkah terpikir dalam benak kalian, alasan kenapa panjang penggaris lebih seringnya 30 cm?
Dalam bidang komputer dan elektronika, panjang 30 cm memiliki arti khusus. Arti khusus yang penting dan menjadi pegangan dalam merancang dan membangun rangkaian mikroelektronika dan rangkaian terpadu (integrated circuit, IC). 30 cm lebih kurang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang elektromagnetik dalam waktu satu per milyar detik. Perioda satu per milyar detik berkorespondensi dengan frekuensi 1 milyar daur (cycle) per detik (giga hertz, GHz), jadi lebih kurang pada orde/skala yang sama dengan kecepatan komputer saat ini.
Faktor 30 cm menjadi penting dalam merancang sebuah rangkaian elektronika yang beroperasi pada frekuensi GHz. Dalam rangkaian elektronika skala GHz, daur arus listrik dalam rangkaian akan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang memiliki panjang pada sekitar skala sentimeter. Jika rangkaian elektronika tersebut berukuran juga pada skala sentimeter, maka insinyur yang merancang rangkaian tersebut harus mempertimbangkan faktor waktu yang diperlukan untuk perambatan gelombang elektromagnetik dalam rangkaian.
Problem serupa, yakni memperhitungkan faktor waktu yang diperlukan untuk perambatan gelombang elektromagnetik, muncul dalam banyak teknologi sehari-hari: radar, telekomunikasi seluler dan satelit, jaringan serat optik (optical fiber), global positioning system, perpetaan, geodesi, dan banyak lagi.
Dalam fisika partikel eksperimen, problem ini muncul ketika fisikawan harus mempertimbangkan waktu tempuh sinyal dalam serat optik dari detektor yang terletak 100 meter di bawah tanah ke komputer yang membaca dan menyimpan data di permukaan tanah.
Sebagai contoh, akselerator LHC beroperasi dengan frekuensi 40 MHz atau periode 25 per milyar detik. Setiap 25 per milyar detik, terjadi beberapa tumbukan/interaksi di dalam detektor. Dengan menggunakan aturan 30 cm, kita tahu bahwa selama 25 per milyar detik, cahaya akan menempuh jarak 7.5 meter.
Padahal jarak dari bawah tanah ke permukaan tanah adalah 100 meter lebih! Sebelum sinyal dari detektor mencapai permukaan tanah dan direkam dalam komputer, detektor sudah menerima data kembali.
Penggunaan ukuran 30 cm untuk memberikan ilustrasi/gambaran tentang kecepatan cahaya dan jarak yang ditempuh, dipopulerkan oleh Laksamana Pertama (Commodore/Rear Admiral) Grace Hopper, seorang sesepuh dalam bidang komputer dan informatika.

Senin, 10 September 2012

Bahasa Indonesia: Dulu dan Kini

Dahulu dibanggakan, sekarang disalahgunakan, kelak di kemudian hari hanya sebagai kenangan.

Begitu membaca “kalimat yang tidak lengkap” tersebut, mungkin dalam benak pembaca akan terlintas prasangka bahwa orang yang menulisnya adalah seorang pembenci bahasa. “Mengapa muncul ekspektasi yang sedemikian buruk terhadap bahasa milik bangsa sendiri?”. Namun, di samping kalimat tersebut yang (mungkin) terasa agak kasar untuk diucapkan, sesungguhnya kalimat tersebut cukup realistis dikemukakan berdasarkan fakta empiris dewasa ini.
Dahulu, Bahasa Indonesia, yang memiliki nilai historis dan sarat makna itu, sangat dibanggakan oleh seluruh elemen bangsa ini. Terlepas dari masih banyaknya misteri terkait sejarah terciptanya Bahasa Indonesia itu sendiri, bahasa negara kita tersebut -pada era sebelum sekarang ini- terbukti sangat dicintai oleh penggunanya. Sebagai buktinya, penulis merasa terhormat untuk menampilkan kutipan sebagian hasil Kongres Pemuda II berikut, yang lebih familiar di telinga kita sebagai Sumpah Pemuda.


Dalam teks tersebut, secara jelas dinyatakan bahwa putra dan putri Indonesia menjunjung Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Penulis melihat bahwa penggunaan kata “menjunjung” di sini sudah tepat, dan "dalam" sekali maknanya. Hal ini mungkin karena kalimat tersebut dibuat oleh orang-orang yang benar-benar ikhlas, tanpa suatu tendensi pribadi, berjuang untuk mempersatukan Indonesia.
Kata kerja “menjunjung” dalam kalimat tersebut dapat berarti bahwa sebagai rakyat Indonesia kita menghormati Bahasa Indonesia, di samping tetap melestarikan bahasa daerah masing-masing. Artinya, apabila pada waktu itu ada pertemuan yang dihadiri berbagai suku, bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia guna mempermudah pemahaman sekaligus mempererat persatuan.
Selain itu, kata kerja “menjunjung” juga dapat berarti kita harus khidmat, memuliakan, dan menaati Bahasa Indonesia. Maksudnya, ketika menggunakan Bahasa Indonesia kita sudah semestinya memperhatikan kaidah yang berlaku, terutama dalam hal yang berbau akademis. Hal ini bukan berarti kita orang yang kaku, tetapi lebih berarti bahwa kita menghargai Sumpah Pemuda sebagai salah faktor dominan sehingga kita berada dalam keadaan tidak terjajah seperti sekarang ini.
Namun, jika kita mengamati peristiwa yang terjadi sekarang ini, khususnya dalam dunia akademis, yang tentunya paling layak dan logis untuk merepresentasikan kondisi kemajuan bangsa di masa yang akan datang, kita akan mendapati suatu hal yang sangat memprihatinkan.
Sebagai tenaga pengajar, guru hendaknya sudah terbiasa melazimkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar khususnya ketika mengajar. Akan tetapi, sekarang ini jumlah guru yang menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar mungkin dapat dihitung dengan jari. Padahal, di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Dalam buku-buku penulis lainnya yang peduli akan pentingnya Bahasa Indonesia juga banyak yang mengungkapkan fungsi tersebut.
Mahasiswa dan pelajar juga setali tiga uang dengan gurunya. Mulai dari dialog sehari-hari, debat, menulis jawaban ujian, bahkan yang lebih parah dalam penulisan karya ilmiah sebagai syarat kelulusan suatu jenjang pendidikan, Bahasa Indonesia yang digunakan sungguh amburadul. Padahal, jika ditanya perihal grammar dalam Bahasa Inggrisnya, mereka sudah sangat fasih. Seakan civitas akademika sekarang ini lebih peduli terhadap bahasa orang lain daripada bahasa sendiri.
Apakah sedemikian hebatnya implikasi dari globalisasi dan modernisasi sehingga dapat dijadikan alasan untuk tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (pada tempatnya)? Lantas bagaimana dengan pengorbanan dan perjuangan pahlawan untuk membuat Bahasa Indonesia itu sendiri?
Penulis merasa pembahasan mengenai topik tersebut sudah lebih dari cukup. Terlepas dari banyaknya fakta memprihatinkan dalam tulisan tersebut, hal inti yang ingin penulis sampaikan adalah mari kita cintai Bahasa Indonesia kita. Bahasa yang terlahir dengan semangat keikhlasan para pejuang. Mari kita mulai dari diri kita sendiri, mulai dari waktu sekarang ini, khususnya bagi segenap civitas akademika. Sudah sejak zaman sekolah dasar kita telah diajarkan bahwa bahasa menunjukkan jati diri bangsa. Namun, kita mungkin jarang diingatkan bahwa yang lebih penting adalah bahasa menunjukkan siapa diri kita. Kita sudah bukan anak kecil lagi bukan? :)

Rabu, 29 Agustus 2012

Apa Yang Akan Terjadi Pada Akun Facebook Kita?


Assalamualaikum Wr.Wb.
Suatu peringatan sebenarnya bagi kita semua, marilah sejenak kita renungkan bersama, pikirkan bersama...
Jika suatu hari nanti kita mati, akun facebook yang kita miliki dan hanya kita sendiri yang tahu passwordnya...
Ketika kita meninggal, apa yang terjadi pada akun fb kita...???
Mungkin ada yang akan ucapkan takziah, mungkin ada yang selalu menjenguk dan melihat beranda fb kita sekedar untuk mengobati rindu, mungkin mungkin dan mungkin yang lainnnya...
Tetapi sadarkah kita…???
Semua gambar dan foto yang tidak ditutupi auratnya dengan sempurna, yang ada di album kita, bahkan gambar dan foto yang kadang di-tag ke teman-teman kita, akan terus-menerus menyiksa kita di Alam Kubur...
Walaupun sudah bertahun-tahun kita mati, gambar dan foto itu terus ada, sehingga SAHAM DOSA TERUS MENINGKAT…
Pernahkah kita memikirkan itu...???
Bisakah itu menyelamatkan kita…???
Mungkin saat ini kita (masih merasa) tak sabar ingin berbagi cerita, berbagi kebahagiaan dan keceriaan dengan gambar dan foto dengan beragam ekspresi dan pose tubuh di berbagai tempat yang sudah dan pernah kita lewati di muka bumi-NYA...
Tapi di akhirat nanti semuanya menjadi tidak berarti dan hanya akan tinggal kenangan bagi yang masih hidup...
Di Alam Kubur, semua itu tidak sedikitpun ada yang sanggup menyelamatkan kita...
Renungkan sejenak banyaknya saham dosa yang terus meningkat walau setelah ketiadaan kita di muka bumi sampai kita di akhirat kelak...
Tutupilah auratmu sebelum auratmu ditutupkan, peliharalah dirimu sebelum dirimu di kafankan, jagalah harga diri sebagai seorang muslim sejati, karena kematian itu pasti dan mutlak bagi kita...
Persiapkanlah diri kita untuk menghadapi kematian dan menjalani kehidupan kekal sesudahnya...
Semoga Allah SWT ridho dengan renungan ini, amiiiin ya rabb…
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.