Tampilkan postingan dengan label Psychology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psychology. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Oktober 2012

(Calon) Tulang Rusuk-Ku

Assalamu'alaikum (Calon) Tulang Rusuk-Ku,
Apa kabar imanmu hari ini?
Sudahkah kau tersenyum, karena senyummu adalah sumber inspirasi dan semangatku.
Sudahkah kau bersyukur, karena masih bisa melihat indah mentari pagi ini?
Sudahkah air wudhu menyegarkan ingatanmu atas pedoman hidup yang harus kau pegang?
Sudahkah kau menyebut namaNYA, agar selalu ingat bahwa hanya DIA-lah dzat penentu segalanya?

(Calon)  Tulang Rusuk-Ku,
Di sini aku diberikan kesempatan untuk belajar menjadi laki-laki dewasa, agar aku bisa lebih bijak menyikapi hidup dan kehidupanku, hingga aku siap untuk membimbingmu kelak.
Meskipun kadang keluh kesah & putus asa datang menghampiri, namun aku yakin, kaulah pendampingku, insya'Allah.

(Calon)  Tulang Rusuk-Ku,
Entah di mana kau sekarang, apa yang kau lakukan, apa yang kau rasakan, apa yang kau pikirkan, dan apa yang kau impikan, sungguh, aku tidak pernah tahu.
ALLAH Maha Mengetahui, tempat di mana aku menjadi tegar, sabar, dan tawakal, agar aku senantiasa mengingat dan mencintai-NYA.
Untuk itulah aku yakin, dan aku percaya.
ALLAH senantiasa melindungimu dari musibah, menjauhkanmu dari fitnah, dan menjagamu dari dosa.

Sering aku bertanya, kenapa ALLAH selalu menguji tepat di palung hatiku paling dalam?
Membuatku terlihat lemah tak berdaya?
Ketika aku menyadari bahawa ujian itu sesungguhnya adalah bagian terapuh yang ada pada diriku. Dan seiring berjalannya waktu, kini aku temukan jawaban.
Ujian demi ujian yang ALLAH berikan semata-mata membantuku semakin tangguh, kuat, dan siap, sehingga saat kita bertmu kelak, kau akan bangga telah memiliki aku untuk membimbingmu, menghormatimu, membahagiakanmu, melindungimu, menjagamu, menyayangimu, dan memuliakanmu.

Aku yakin kini ALLAH telah melatihmu untuk menjadi seorang yg penyabar, pemaaf, dan penyayang, yang meski tak smpurna tanpa aku kehadiranku di sisimu, hingga kau bisa, sanggup, mampu, dan ikhlas untuk menerima apa adanya aku.

Aku berharap, aku berdo'a, agar aku bisa menjadi seorang imam yang mendapat keridhoan-NYA serta keikhlasanmu.

Aku pencemburu, dan aku cemburu jika kau mencintai pria yang lain. Tapi jika ALLAH lebih kau cintai, aku rela, aku ikhlas, karena ALLAH hanya menitipkanmu kepadaku.

Aku berharap bukan karena ketampanan yang kau pandang, bukan karena kekayaan yang kau lihat, karena semua itu tidak kekal, tidak abadi. Tapi perhatikan aku sebagai calon imam yang membimbingmu dengan iman dan Islam.

ALLAH tidak akan pernah memberi apa yang kita inginkan, tapi apa yang kita butuhkan. Dan aku yakin, kaulah yang aku butuhkan.

Maka kini telah kupersiapkan diri sebaik mungkin, fisik, mental, akal, dan imanku untuk memilikimu atas izin-NYA. Meskipun akau sadar aku bukan hamba-NYA yang terbaik, tapi setidaknya aku mampu menjadi yang terbaik di sisimu kelak.

(Calon)  Tulang Rusuk-Ku ,
Inilah sekilas harapan dan do'a yang aku ucapkan, aku ukir dalam rangkaian kata, untaian makna. Kelak saat kita bersama, entah itu kapan, maka saat itulah kita belajar mengikhlaskan diri masing-masing untuk dapat saling menerima, saling menjaga, saling mengingatkan, saling melindungi, saling menghormati, saling menyayangi, dan saling memuliakan satu sama lain.

Minggu, 23 September 2012

Ciri-Ciri Kepribadian Phlegmatis

Orang phlegmatis adalah tipe orang yang paling menyenangkan untuk dijadikan kawan. Berlawanan dengan orang koleris yang keras dan sangat menuntut, orang phlegmatis adalah orang yang manis, tidak mendesak, dan tidak suka memerintah.

Mereka mempunyai sikap pemalu dan tidak suka menonjolkan diri. Mereka menyukai keramaian dan sosialisasi, sejauh keramaian itu tidak berpusat pada diri mereka. Orang phlegmatis adalah orang yang sopan dan mempunyai aturan yang baik dalam pergaulan.

Orang phlegmatis tidak suka dengan konflik dan pertentangan. Mereka lebih senang memberikan dukungan dan melayani serta setuju dengan pendapat orang lain. Dalam setiap pertengkaran atau perbedaan pendapat, orang phlegmatis adalah penengah yang baik, karena mereka tidak mudah tersinggung.

Berbeda dengan orang sanguin yang terbuka dan suka berbicara, orang phlegmatis tertutup walaupun mereka senang bersosialisasi. Mereka juga pendengar yang baik dengan selera humor yang menggigit.

Dalam mengerjakan suatu pekerjaan, orang phlegmatis hanya bisa mengerjakan satu hal dalam satu waktu tertentu. Mereka tidak bisa mengerjakan banyak hal secara bersamaan. Orang phlegmatis mampu dan senang mengerjakan pekerjaan yang bersifat monoton dan berulang serta tidak banyak variasi – itu akan sangat membosankan bagi orang sanguin dan koleris.

Selain tertutup, orang phlegmatis adalah orang sangat baik dalam menyimpan rahasia. Bila mereka sudah berjanji untuk menyimpan suatu rahasia, maka mereka tidak akan pernah mau dengan sengaja menceritakan rahasia itu kepada orang lain.

Orang phlegmatis sangat baik dalam menerima perintah. Satu hal yang sangat sulit dilakukan oleh mereka adalah berkata ”tidak.” Mereka memiliki sifat menyerah dan suka menyenangkan orang lain. Mereka akan berusaha melakukan apa yang diinginkan oleh orang lain. Sifat tidak tegas ini sering kali disalahgunakan oleh orang dengan tipe kepribadian lain untuk memanfaatkan atau memanipulasinya. Mereka bisa dengan mudah dibujuk untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin mereka lakukan, atau membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Ini semua karena mereka ingin menyenangkan orang lain dan menghindari konflik.

Orang phlegmatis suka akan hal yang sama atau status quo. Ini disebabkan mereka senang dengan keadaan, bila mereka bisa mendapatkan kestabilan. Mereka tidak menyukai kejutan. Itulah sebabnya mereka senang makan di tempat yang sama, menonton film di tempat yang sama, mengunjungi tempat hiburan yang sama, menginap di hotel yang sama, memesan menu makanan yang sama, pergi ke pusat perbelanjaan yang sama, dan hal-hal yang sama lainnya.

Orang phlegmatis bersifat sentimental. Mereka biasanya akan menyimpan surat-surat lama, foto kenangan, surat cinta, tanda kenangan, dan buku-buku lama. Semua ini berguna untuk mengenang masa-masa lalu mereka yang menyenangkan dan penuh arti. Jumlah orang phlegmatis dalam masyarakat berkisar 30 % - 35 % dari total populasi.

Orang phlegmatis mempunyai kebutuhan mendasar penghargaan dan penerimaan. Mereka akan sangat bahagia bila kedua kebutuhan ini bisa mereka dapatkan. Mereka juga tidak banyak menuntut. Karena mereka tidak terlalu menuntut, mereka dapat menerima hidup apa adanya. Orang phlegmatis adalah orang yang tenang dan bahagia hidupnya.

Berkawan dengan orang phlegmatis sangatlah menyenangkan karena mereka adalah orang yang rendah hati, sabar, dan simpatik. Mereka mempunyai rasa simpati dan empati yang besar terhadap penderitaan orang lain.

Sebagai orng tua, orang phlegmatis adalah orang tua yang baik, sabar, dan selalu menyediakan waktu bagi anak. Mereka tidak pernah tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu. Mereka bisa menerima anak mereka seperti apa adanya dan bisa mengambil yang baik dari suatu kejadian yang kurang baik atau buruk.

1. Kekuatan Pribadi Phlegmatis
Orang phlegmatis mudah bergaul. Mereka senang menjalani kehidupan yang tenang dan dalam kecepatan yang tetap.

Orang phlegmatis dapat diandalkan. Mereka suka dengan rutinitas karena hal ini membuat mereka merasa nyaman. Mereka tidak suka dengan kejutan. Mereka melakukan sesuatu dengan metode yang baku, teruji, dan standar tanpa banyak variasi. Setelah melakukan suatu tugas beberapa kali ( berulang ), maka cara kerja itu akan segera menjadi cara kerja standar mereka dan mereka cenderung untuk tidak mau mengubahnya.

Orang phlegmatis memilki sifat teratur dan efisien, mereka lebih suka mengetahui bahwa suatu keadaan berjalan dengan baik. Di samping itu mereka sangat praktis. Mereka selalu mencari solusi yang paling sederhana dari setiap masalah yang dihadapi.

Orang phlegmatis juga bersikap konservatif. Mereka suka berpegang pada hal-hal yang mereka tahu akan berhasil Pakaian, prilaku, agama, politik, investasi usaha, dan lain-lain, semuanya itu dilakukan dengan dasar konservatif ( sangat berhati-hati ).

Orang phlegmatis adalah tipe diplomat. Mereka dapat melihat berbagai hal dari sudut pandang orang lain. Mereka juga sangat sabar dan juga bisa sangat humoris. Dengan kesabaran, simpati, empati, dan ketenangan yang dimilikinya, orang phlegmatis bisa menjadi pemimpin yang hebat dan disenangi oleh bawahannya.

2. Kelemahan Pribadi Phlegmatis
Seperti tipe kepribadian lainnya, kelemahannya hanya timbul saat kekuatannya digunakan secara berlebihan sehingga terjadi penyalahgunaan. Perlu diketahui, aktivitas kita hampir salalu didasarkan pada kekuatan yang kita miliki. Kita akan berada dalam suatu zona kenyamanan ( comport zone ) saat aktivitas kita sesuai dengan perasaan dan kepribadian kita. Nah, orang phlegmatis merasa paling nyaman bila bisa beraktivitas sebagai individu pemalu, lembut, stabil, mantap, manis, sentimentil, dan menerima.

Orang phlegmatis kadang kala bisa menjadi penakut. Mereka tidak suka dengan situasi yang tidak mereka kenal. Mereka lebih senang dengan hal-hal yang telah terbukti bisa berjalan. Dengan kata lain, mereka ingin mengetahui hasilnya sebelum mereka memulainya.

Orang phlegmatis bisa sangat plinplan. Saat Anda mengajukan satu pertanyaan, mereka biasanya akan memberikan dua atau tiga jawaban. Mereka tidak senang membuat kesalahan, dan mereka juga tidak ingin menimbulkan ketidakharmonisan. Mereka akan memberikan jawaban yang mereka pikir ingin Anda dengar. Jika Anda bertanya ”mau makan di mana ?,” mereka mungkin akan menjawab, ”di mana saja boleh” atau ”terserah.” Sebenarnya mereka tidak ingin memberikan jawaban yang nantinya ternyata membuat Anda tidak senang. Jadi, mereka main aman saja. Ingat, sama seperti orang sanguin, orang phlegmatis suka menyenangkan orang lain.

Jadi, saat seorang phlegmatis bersikap agak plinplan, maka bersabarlah. Ajukan lagi pertanyaannya dengan penuh kesabaran dan rasa cinta kasih. Pasti mereka akan memberikan jawaban sesuai dengan kehendak mereka.

Alasan lain mengapa orang phlegmatis kelihatannya plinplan adalah karena mereka lebih suka dengan jawaban atau keputusan yang mempunyai hasil yang dapat diperkirakan. Jika mereka tidak tahu bagaimana pilihan mereka akan mempengaruhi orang lain, maka mereka akan ”membeku” dan berusaha menunda membuat keputusan. Ini bukan karena mereka tidak bisa membuat suatu keputusan – mereka sebenarnya tidak ingin melihat orang lain terluka atau tertinggal karena keputusan mereka itu.

Orang phlegmatis adalah tipe penonton – kurang aktif dan kurang berinisiatif. Mereka lebih suka berada di belakang layar dan tidak senang menjadi pusat perhatian.

Orang phlegmatis juga cenderung mencari selamat. Mereka takut mendapat malu. Karena mereka begitu sulit untuk mengatakan ”tidak” kepada orang lain, maka mereka akan memposisikan diri sedemikian rupa sehingga Anda tidak akan kecewa. Mereka melakukan ini dengan cara pasif dan tidak dengan cara konfrontasi.

Orang phlegmatis kadang kala kurang bersemangat, kurang motivasi. Mereka lebih suka diam dan menunggu perintah untuk mengerjakan sesuatu. Ini bukan karena mereka malas, tetapi mereka lebih suka tidak mengerjakan apa pun daripada mengerjakan sesuatu dan ternyata itu salah. Bila mereka tidak diberi penghargaan dan pengarahan, maka mereka akan menjadi prustrasi dan menyerah, tidak mau mengerjakan apa-apa lagi. Sebaliknya, bila mereka mendapat pengarahan dan bimbingan, mereka akan mau mengerjakan lebih banyak daripada yang diharapkan.

Rabu, 29 Agustus 2012

Apa Yang Akan Terjadi Pada Akun Facebook Kita?


Assalamualaikum Wr.Wb.
Suatu peringatan sebenarnya bagi kita semua, marilah sejenak kita renungkan bersama, pikirkan bersama...
Jika suatu hari nanti kita mati, akun facebook yang kita miliki dan hanya kita sendiri yang tahu passwordnya...
Ketika kita meninggal, apa yang terjadi pada akun fb kita...???
Mungkin ada yang akan ucapkan takziah, mungkin ada yang selalu menjenguk dan melihat beranda fb kita sekedar untuk mengobati rindu, mungkin mungkin dan mungkin yang lainnnya...
Tetapi sadarkah kita…???
Semua gambar dan foto yang tidak ditutupi auratnya dengan sempurna, yang ada di album kita, bahkan gambar dan foto yang kadang di-tag ke teman-teman kita, akan terus-menerus menyiksa kita di Alam Kubur...
Walaupun sudah bertahun-tahun kita mati, gambar dan foto itu terus ada, sehingga SAHAM DOSA TERUS MENINGKAT…
Pernahkah kita memikirkan itu...???
Bisakah itu menyelamatkan kita…???
Mungkin saat ini kita (masih merasa) tak sabar ingin berbagi cerita, berbagi kebahagiaan dan keceriaan dengan gambar dan foto dengan beragam ekspresi dan pose tubuh di berbagai tempat yang sudah dan pernah kita lewati di muka bumi-NYA...
Tapi di akhirat nanti semuanya menjadi tidak berarti dan hanya akan tinggal kenangan bagi yang masih hidup...
Di Alam Kubur, semua itu tidak sedikitpun ada yang sanggup menyelamatkan kita...
Renungkan sejenak banyaknya saham dosa yang terus meningkat walau setelah ketiadaan kita di muka bumi sampai kita di akhirat kelak...
Tutupilah auratmu sebelum auratmu ditutupkan, peliharalah dirimu sebelum dirimu di kafankan, jagalah harga diri sebagai seorang muslim sejati, karena kematian itu pasti dan mutlak bagi kita...
Persiapkanlah diri kita untuk menghadapi kematian dan menjalani kehidupan kekal sesudahnya...
Semoga Allah SWT ridho dengan renungan ini, amiiiin ya rabb…
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Minggu, 29 Juli 2012

Tanda-Tanda Belum Siap Menikah

Ketika semua teman Anda mulai menikah, selain merasa turut berbahagia untuk pasangan tersebut, akan mudah bagi Anda untuk merasa iri. Jika pasangan Anda belum juga melamar, godaan tersebut akan menyebabkan timbulnya masalah.

Tetapi meletakkan masalah ke tangan Anda sendiri adalah hal berbahaya. Tidak ada gunanya menikah jika pasangan Anda tidak siap atau hubungan yang Anda bina itu tidak baik. Untuk membantu menghindari masalah perkawinan, berikut adalah 10 tanda Anda terlalu terburu-buru memutuskan menikah.

1. Anda membanding-bandingkan diri dengan pasangan lain
Ketika pasangan lain yang belum terlalu lama menjalin hubungan memutuskan untuk menikah, hal ini dapat membuat Anda merasa untuk perlu cepat-cepat menikah juga. Perbandingan semacam itu tidak berarti Anda harus terburu-buru menikah. Ingat, menikah bukanlah perlombaan. Ujian sebenarnya dari sebuah hubungan adalah bukan seberapa cepat orang menikah tapi berapa lama mereka dapat mengarungi bahtera rumah tangga setelah itu.

2. Menghindari berbicara tentang masa depan
Jika pasangan Anda mengelak tentang masalah pernikahan, terus menekannya tidak akan membantu menyelesaikan masalah. Ia mungkin akan enggan melakukannya sama sekali jika Anda menekannya. Mengubah subjek pembicaraan, membelokkan pertanyaan dan kurangnya antusiasme adalah tanda-tanda seseorang yang didorong terlalu jauh dan terlalu cepat untuk menikah.

3. Pernikahan tidak praktis
Tidak hanya pernikahan yang membutuhkan biaya, cincin pertunangan juga. Tidak ada gunanya memberikan cincin pertunangan jika Anda dan pasangan Anda mengalami masalah keuangan. Menekan mereka untuk berlutut melamar Anda hanya akan menghasilkan stres dan ketegangan. Tunggu sampai Anda benar-benar siap untuk menikah sebelum berbicara tentang lonceng pernikahan.

4. Anda lebih ingin upacara pernikahan daripada hubungan pernikahan itu sendiri
Menikah, tidak diragukan lagi memang menyenangkan: Anda terlihat menakjubkan, Anda menjadi pusat perhatian, Anda akan mendapatkan pujian dan hadiah. Tapi ingatlah pernikahan adalah untuk seumur hidup Anda, bukan hanya sehari. Jika Anda lebih menyukai upacara pernikahan daripada hubungan itu sendiri, maka Anda jelas tidak siap untuk menikah.

5. Anda terlalu tergila-gila merencanakan pernikahan
Apakah Anda merasa sulit untuk tidak memikirkan pernikahan Anda, meskipun tidak pernah ditanyai tentang masalah pernikahan? Jika pikiran Anda terus melayang merencanakan tentang berat tubuh ideal yang harus Anda capai saat menikah nanti maka Anda perlu mengambil napas dalam-dalam dan mencari hobi yang baru.

6. Anda menyalurkan keinginan orang lain
Menekan kekasih Anda untuk segera menikahi Anda saja sudah cukup buruk, namun membujuk mereka berjalan menyusuri altar hanya demi menyenangkan orang lain itu jauh lebih buruk. Ingat ini bukan masalah soal ibu, nenek, sahabat atau tetangga sebelah Anda yang menganggap sudah saatnya Anda untuk menikah. Perasaan Anda dan pasangan Anda yang lebih penting.

7. Anda belum pernah mendiskusikan pertanyaan besar tentang pernikahan
Jika Anda membangun kehidupan dengan seseorang, Anda hanya dapat berhasil melakukannya jika Anda memiliki tujuan yang sama. Jika Anda menikah namun baru mengetahui bahwa pasangan Anda tidak setuju pada suatu pemikiran Anda yang mendasar bisa menjadi bencana dalam kehidupan pernikahan. Jika Anda belum membahas isu-isu besar seperti anak-anak dan di mana Anda akan tinggal, maka jelas terlalu dini untuk memutuskan menikah.

8. Pernikahan bukanlah prioritas
Jika pasangan Anda belum siap menikah, itu tidak selalu berarti kegagalan total. Mungkin ada alasan yang baik untuk menunggu, mungkin mengejar karier terlebih dahulu adalah ide yang lebih baik. Jika keadaannya seperti itu, bersiaplah membicarakan hal itu, menciptakan dasar yang kokoh untuk kehidupan pernikahan bukanlah ide yang buruk dan mungkin akan menggambarkan seberapa serius pasangan Anda ingin menjalin pernikahan dengan Anda.

9. Anda memaksakan masalah
Fakta Anda mencoba untuk menjadi penanggungjawab penuh pernikahan adalah sama sekali bukan pertanda baik. Hubungan yang terbaik dan paling sukses adalah hubungan yang memerlukan sedikit usaha. Ini mungkin klise tapi benar adanya. Tekanan apapun pada pasangan Anda mungkin terlalu berat. Jika itu memang sudah takdirnya terjadi, maka itu akan terjadi.

10. Anda tidak harus menikah

Hubungan modern menawarkan kebebasan yang jauh lebih banyak daripada di masa lalu, ketika pernikahan adalah suatu keharusan untuk hidup bersama. Sekarang ini mungkin ada tuntutan lain daripada hal tersebut untuk menjalin hubungan jangka panjang. Tanyakan pada diri Anda apakah Anda benar-benar harus menikah. Apakah pernikahan akan memperkuat hubungan Anda atau itu hanya akan menyebabkan stres dan beban? Jika jawabannya adalah yang terakhir, mungkin Anda harus mempertimbangkan untuk tidak menikah, setidaknya untuk saat ini.

Apakah sesuai dengan Anda?
http://id.she.yahoo.com/tanda-tanda-belum-siap-menikah.html

Selasa, 22 Mei 2012

5 Cara Mencuri Hari Wanita

Meskipun banyak wanita menginginkan pasangannya tampan dan kaya, namun tidak perlu galau memikirkan hal ini. Pasalnya, wanita akan menilai seorang pria lebih dalam, saat punya kualifikasi tertentu di luar masalah wajah dan harta. Tidak berarti seorang pria sederhana dengan wajah biasa, tidak bisa mendapatkan wanita idamannya yang cantik. Semua hal bisa terjadi.
Beberapa pria dengan kualifikasi tertentu membuat wanita bertekuk lutut mencintainya. Olah karena itu, saat jomblo melanda, beberapa kualifikasi berikut bisa Anda pakai untuk aksi tebar pesona terhadap wanita yang Anda taksir.
  1. Jadilah pria terawat. Artinya, Anda tipikal orang yang menyayangi diri sendiri dengan memperhatikan penampilan. Tidak perlu keluar barang mahal untuk aksi ini. Cukup berikan sentuhan kepribadian yang sehat pada diri Anda. Misalnya tidak kumuh, wajah selalu bersih, baju diseterika, rambut ditata, badan tidak bau, dan berbagai bentuk kerapian lainnya. Wanita cukup  menyukai pria dengan kepribadian yang sehat dan terawat.
  2. Bergaya. Meski sederhana, Anda perlu punya gaya tersendiri. Misalnya, pakaian yang Anda kenakan tidak terlalu ketinggalan zaman. Atau, Anda berdandan sesuai dengan “komposisi” tubuh Anda saat ini. Jangan berlebihan bepernampilan. Bisa-bisa, Anda akan terlihat norak. Sesuai penampilan dengan kondisi Anda.
  3. Suka dengan humor. Pastikan Anda memiliki selera humor yang bagus. Wanita sangat senang jika teman prianya bisa diajak becanda bersama. Tertawa lepas akan membuat rasa stres pergi dan menautkan hati antara Anda dengan dia. Hindari memakai bahan becanda yang kasar dan menyinggung hati. Humor tidak mesti harus mengolok-olok bagian tubuh seperti kebanyakan cara becanda komedian saat ini. Pilihlah topik Anda dan dia sukai.
  4. Murah senyum. Senyuman itu menentramkan dan mengesankan Anda adalah orang yang menyukai kedamaian. Wanita merasa tenang dengan orang yang murah senyum. Senyuman memberikan kesan mendalam.
  5. Tenang menghadapi wanita. Banyak pria yang kerapkali canggung dan berkeringat menghadapi wanita yang disukainya. Latihlah diri Anda untuk menjadi prbadi yang tenang dalam situasi apapun. Ketenangan memberikan kesan berwibawa pada seorang pria. Dan, inilah daya tarik untuk “menangkap” perhatian wanita.
Sumber: http://sidomi.com/96725/5-cara-mencuri-hati-wanita/

Senin, 30 April 2012

Kompleksitas Manusia

Setiap individu memiliki tingkatan emosi dan ego yang berbeda. Kedewasaan dalam mengendalikan ego dan emosi dapat merubah persepsi serta interpretasi orang lain atas sifat dan sikap personal kita. Sebuah ikatan emosional dalam suatu hubungan interpersonal seharusnya dilandasi komitmen, kejujuran dan kepercayaan yang masing-masing tidak bisa dipilah secara atomistik, melainkan secara holistik. Ketika komitmen disepakati, kejujuran menaungi, dengan sendirinya akan tumbuh kepercayaan. Hipotesis awal tingkat efektivitas hubungan interpersonal ini dapat diukur dengan pengalaman empiris dari ketiga hal tersebut. Namun, realita yang tersaji seringkali menimbulkan bias, bahkan tidak jarang sangat kontras dengan ekspektasi awal kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa naluri alamiah membuat kita ingin dilihat sebagai sosok yang sempurna oleh orang lain.
Ironisnya, kita seakan-akan rela melakukan apapun untuk mencapainya, sekalipun dengan melakukan kebohongan secara eksplisit maupun secara implisit. Kebenaran itu mutlak, tapi benar dan salah itu relatif. Berusaha untuk tidak menghakimi orang lain, mungkin itu salah satu kuncinya. Berusaha meyelami pikiran serta gejolak emosi yang sedang dialami lawan bicara kita. Membalikkan situasi dengan memposisikan diri kita sebagai orang lain kadang menjadi cara termudah untuk memahaminya, meski tidak selalu tepat, karena setiap pribadi itu unik.
Setiap manusia memiliki kompleksitas yang sulit diduplikasi dan mustahil dapat terpahami sepenuhnya. Karena itulah komunikasi yang efektif dan benar menjadi sangat mutlak diperlukan oleh manusia, karena mereka tak bisa memahami sesuatu yang tak mereka alami dan tak pernah terpikirkan sebelumnya. Menyatukan sudut pandang, mendengar pendapat, dan saling mentoleransi perbedaan. Suatu hal yang terlihat rumit, kadang membingungkan, seolah menambah masalah baru, akan tetapi merupakan salah satu kunci memahami dan secara otomatis sangat membantu menghadapi kompleksitas manusia.

Forgive or Forgiven?

Maaf adalah jawaban untuk kegelisahan dan keresahan. Pernahkah anda merasakan kelegaan dan keleluasaan seketika meruang dalam batin tatkala sebuah kesalahan yang telah sekian lama menyumbat dada dan ternetralisir oleh tulusnya kata maaf? Rasa bersalah karena membuat orang kecewa, melukai atau menyakiti orang lain selalu akan meninggalkan kegelisahan dan keresahan pada batin kita. Bahkan terkadang berbagai perasaan negatif itu selalu menghantui dan begitu menyesakkan dada. Kalau sudah seperti itu, nyamankah perasaan kita? Sepertinya tidak.. Sebaliknya, rasa marah dan benci bahkan mungkin saja sampai menyulut perasaan dendam, yang biasanya akan muncul manakala kita merasa dikecewakan, dilukai dan disakiti orang lain. Hal yang hampir sama akan terjadi pada diri kita, yang karena berbahan amarah dan dendam, maka diri kita pun tak akan bisa merasakan yang namanya ketentraman batin.
Gambaran kondisi jiwa yang seperti di atas pastilah pernah atau bahkan sering kita rasakan, karena itu memang manusiawi. Namun sebenarnya solusi dari kondisi itu sangat sederhana, yakni sebuah kata maaf yang tulus. Tapi perlu diingat permaafan yang sesungguhnya hanya akan terjadi kalau ada pihak yang sanggup menyadari kesalahan, yang memiliki jiwa besar plus kedewasaan yang memadai untuk meminta maaf dan juga ada pihak lain yang sanggup menekan keakuannya dan memiliki kesabaran, serta kematangan jiwa yang mempesona untuk bisa memberikan maaf. Demikian juga mungkin gambaran saya, di mana kesadaran akan masih begitu banyaknya hal yang membuat teman-teman atau pengunjung profil saya tidak merasa nyaman, seringkali membuat saya merasakan sesaknya dada tersumbat oleh penyesalan dan rasa bersalah. Sebab bagaimanapun juga saya telah berusaha untuk selalu mempersembahkan yang terbaik, tapi tetap saja akan ada kekurangan yang selalu terjadi, dan oleh karenanya permohonan maaf adalah hal tiada pernah berhenti untuk saya sampaikan sembari saya akan terus menerus berusaha untuk menjadi lebih baik dalam menjalin hubungan pertemanan ataupun hubungan bisnis dengan anda semua.

Imajinasi Cinta dalam Benar dan Salah

Saat terpisah, imajinasi adalah penghubung antara dua jiwa yang saling mencintai. Itu sebabnya, kerinduan menghasilkan janji-janji untuk memuliakan satu sama lain, yang belum tentu dipenuhi saat bertemu. Cinta yang sedang terpisah, biasanya memang lebih mesra daripada yang dekat. Karena, imajinasi cenderung membesarkan hanya yang indah dan membutakan diri dari yang akan mengecewakan. Cinta yang dekat dan mesra, sering terbukti hambar setelah pernikahan. Maka lebih berhati-hatilah saat cintamu terpisah jarak. Imajinasi cinta cenderung melebih-lebihkan keindahan. Ketika larut dalam imajinasi dan menyesal setelah tersadar, kita cenderung kesal pada diri sendiri dengan menganggap itu sebagai sebuah kesalahan terbesar yang pernah kita lakukan. Sesungguhnya, bukan kesalahan yang membuat kita kesal kepada diri sendiri, tapi kecenderungan untuk membuat kesalahan yang sama. Karena memang, membuat kesalahan adalah manusiawi, tapi belajar dari sebuah kesalahan untuk tidak mengulanginya adalah kualitas manusia yang bukan rata-rata. Membuat kesalahan yang sama adalah tanda lambannya pendewasaan diri, cara memperpanjang kesulitan dan menunda keberhasilan. Kebenaran itu mutlak, namun demikian benar salah itu relatif. Tinggal bagaimana kita menyikapi perbedaan cara berpikir menjadi sebuah persamaaan dalam mempertahankan ikatan kasih sayang dengan pasangan kita.