Tampilkan postingan dengan label Entrepreneurship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entrepreneurship. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 November 2012

Workshop Bisnis Online

Bagi kalian yang ingin mandiri secara finansial, belajar menjadi pengusaha muda, atau ingin menambah dan memperluas wawasan tentang dunia usaha dan bisnis online, berikut merupakan salah satu alternatif pilihan yang wajib diikuti:


Segera daftarkan diri anda karena peserta terbatas! Jangan lewatkan kesempatan berharga ini.

Minggu, 29 Juli 2012

Perhatikan CV Anda Ketika Melamar Kerja!

Saat melamar kerja kita ingin memastikan CV kita (Curriculum Vitae atau Riwayat Hidup) berbeda dari yang lain, tapi bukan untuk alasan yang salah. Nah, supaya CV kita tidak berakhir di tempat sampah, pastikan lima hal berikut ini tidak terdapat dalam CV Anda!

1. Objektif atau tujuan
Memang ada masanya ketika para pencari kerja merasa perlu menuliskan tujuan atau bayangan pekerjaan mereka. Ini memang bagus bagi para pencari kerja, tapi membuang-buang waktu perusahaan. Kenapa? Soalnya mereka justru sedang mencari seseorang yang bisa memenuhi kriteria mereka (bukan sebaliknya). Anda boleh-boleh saja menuliskan objektif, tapi cukup save di komputer.

2. Informasi pribadi
Tidak ada perlunya mencantumkan status pernikahan, selera seksual, jumlah anak, agama, atau afiliasi politik dalam CV. Jika kamu punya blog, bolehlah masukkan URL bila memang ada hubungannya dengan pekerjaan. Jangan masukkan nomor SIM — bila CV Anda ditolak, informasi pribadi Anda bisa disalahgunakan oleh orang tak bertanggungjawab.

3. Gaji yang diinginkan
Diskusi gaji lebih baik dilakukan seiring proses rekrutmen. Jika Anda memang diminta menuliskan rentang gaji yang diinginkan, tuliskan rentangnya selebar mungkin dan bersiap-siaplah untuk negosiasi.

4. Pengalaman/kegiatan yang tak berhubungan
Tiada tempat bagi pengalaman kerja Anda yang tidak berhubungan, keanggotaan klub, atau hobi Anda dalam CV.

5. Kelemahan
Dalam wawancara kerja, sering kali kita ditanya apa kelemahan kita. Tapi itu bukan berarti kita boleh lebih dahulu memberi tahu pihak perusahaan. Fokuslah pada kelebihan Anda.

Selanjutnya, ingatlah lima hal penting berikut ini ketika menulis CV:

1. Jangan menggunakan CV yang sama untuk semua lamaran kerja. 
Jauh lebih baik bila Anda “menjahit” sedikit CV yang dikirim untuk tiap lamaran, sebab jenis pekerjaan yang berbeda membutuhkan keahlian yang berbeda pula.

2. Jangan lupa surat lamaran. 
Inilah tempat Anda berkesempatan “menjual diri” — menunjukkan keahlian Anda serta menjelaskan CV Anda bila ada yang janggal. Ini juga bisa jadi tempat yang tepat untuk Anda menunjukkan pengetahuan Anda mengenai industri — dan perusahaan — yang dituju.

3. Jangan sekadar mencantumkan posisi pekerjaan terdahulu. 
Tapi berikan penjelasan sedikit kepada calon bos mengenai keahlian apa saja yang telah Anda dapatkan — dan kaitannya dengan pekerjaan yang sedang Anda incar. Jangan lupa juga cantumkan prestasi yang diraih.

4. Jangan sampai ada salah ketik. 
Apalagi bila Anda salah mengetik sapaan yang harusnya “Bapak” menjadi “Ibu”. Sehebat apa pun Anda, besar kemungkinan CV Anda akan berakhir di Recycle Bin.

5. Jangan membual. 
Jika CV Anda lolos persaingan — dan itu memang tujuannya, kan? — bos yang baik akan memeriksa semua keabsahan fakta. Mengecek fakta lewat Internet tidaklah sulit. Dia pun bisa bertanya ke mantan bos Anda. Jadi jika ada yang janggal di CV Anda, jelaskanlah di surat lamaran — atau jelaskan langsung saat wawancara.

Kesalahan Dalam Wawancara Kerja (Job Interview)

Wawancara kerja merupakan tahapan yang paling penting dalam mencari pekerjaan. Satu kesalahan fatal saja bisa membuat Anda batal mendapatkan pekerjaan impian. Ini beberapa kesalahan yang harus dihindari.

1. Panik dan memberikan jawaban terbata-bata
Inilah alasan Anda harus melakukan persiapan yang matang sebelum wawancara kerja. Jika perlu lakukan simulasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan keluar dalam wawancara, sehingga Anda tak grogi. Satu hal lagi kiat untuk menghindari kepanikan dan jawaban terbata-bata adalah kejujuran. Jika yang Anda ungkapkan adalah sebuah kejujuran, pasti akan mudah mengutarakannya. Jangan sampai Anda dianggap tidak menguasai topik karena kegugupan Anda.

2. Hindari topik sensitif
Sering kali pihak pewawancara melakukan obrolan santai untuk membuat suasana tak terlalu kaku. Untuk hal ini, lebih baik hindari topik-topik yang sensitif seperti politik, dan SARA. Bisa jadi pihak yang Anda sudutkan dalam topik obrolan tersebut memiliki hubungan dekat dengan si pewawancara — sehingga berpengaruh terhadap penilaiannya. Lebih baik pilih topik yang ringan juga netral.

3. Hindari bergosip

Hobi bergosip bisa menjadi alasan Anda ditolak dari pekerjaan impian. Jadi jangan pernah mengajak orang yang mewawancara Anda untuk bergosip.

4. Sok tahu
Jika di saat wawancara saja Anda sudah dinilai sok tahu dan tidak mau mendengarkan orang lain, jangan berharap Anda bisa diterima kerja. Perusahaan umumnya menginginkan orang-orang yang bisa bekerja dalam sebuah tim. Bukan orang sok pintar yang individualis. Jadi jangan pernah bersikap sok tahu.

Semoga sukses!

Seberapa Siapkah Anda Memulai Usaha/Bisnis Sendiri?


Memiliki bisnis sendiri berarti punya tanggung jawab sendiri. Anda menjadi bos dan juga karyawan diusaha Anda sendiri. Ini pasti akan menyenangkan, tapi juga menantang.

Berikut ini adalah beberapa hal yang patut Anda pertimbangkan sebelum memulai usaha atau bisnis:

1. Apakah Anda punya modal?
Semua bisnis memerlukan dana dan tidak ada yang bisa mulai usaha tanpa uang. "Sebagian besar perusahaan yang punya uang, mengambil pinjaman dari bank dan tentunya harus mampu membayar kembali," ujar Ankita Bharadwi, seorang pemilik butik, memberi masukan.

2. Apakah akan menguntungkan?
Jika perputaran bisnis Anda sedikit, bagaimana Anda bisa membayar pinjaman Anda? Selain itu, Anda masih membutuhkan uang untuk membayar sewa dan pajak.
Menurut Bharadwai, banyak orang tidak menyadari bahwa bisnis hanya bisa berubah menjadi usaha bantalan, bila mereka tidak memikirkan soal untung rugi.

3. Apakah bisa beroperasi secara bebas?
Hal ini tidak mudah untuk memastikan semuanya berjalan lancar, antara sumber Anda, Anda dan klien. "Anda tidak akan menyadari jumlah tanggung jawab di puncak Anda sampai Anda memulai. Akan lebih mudah bekerja dengan pasangan yang dapat berbagi tanggung jawab," ujar Maya Kansal, seorang desainer perhiasan.

4. Apakah lokasinya tepat?
Jika Anda berencana menyewa atau membeli tempat untuk usaha, Anda harus memiliki lokasi yang tepat untuk itu. "Jika ada tempat yang tepat, Anda akan mendapatkan pelanggan yang tepat juga," kata Bharadwaj.

5. Siapa targetnya?
Anda tidak yakin siapa yang seharusnya membeli pakaian Anda, sehingga Anda menjual barang-barang untuk semua orang. "Lebih baik tetap berpegang pada target Anda sehingga Anda dapat lebih kreatif. Anda dapat menjual barang-barang yang berkualitas," kata Kansal.

Senin, 30 April 2012

Gethuk Pisang, Citra Rasa Asli Kediri

Jika anda singgah di Kota Kediri Jawa Timur terasa kurang lengkap bila tidak mencicipi dan membawa pulang oleh-oleh khas yang menjadi cita rasa kota santri ini. Yaitu Gethuk Pisang. Makanan ini sangat familiar bagi masyarakat di sejumlah daerah karena sudah menjadi ikon kuliner Kota Kediri. Kendati hingga sekarang asal-usul maupun pioneer pembuat Gethuk Pisang belum diketahui secara pasti, namun tradisi pembuatan Gethuk Pisang diyakini sudah berlangsung turun-temurun dan diwariskan lintas generasi. Gethuk Pisang asli Kota Kediri memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Tidak seperti lazimnya gethuk, semisal gethuk Magelang yang dikemas dengan plastik atau kertas karton. Gethuk Pisang Kota Kediri kemasannya menggunakan daun pisang, layaknya lemper atau lontong. Daun pisang dipilih sebagai pembungkus karena dipercaya mampu menjaga aroma serta cita rasanya agar lebih tahan lama. Sesuai dengan namanya, Gethuk Pisang bahan pokoknya dari buah pisang. Dibentuk bulat lonjong dengan panjang antara 15 sampai 20 cm dan diameter antara 5 sampai 8 cm. Warnanya merah kecoklatan, kenyal tidak terlalu lembek dan juga tidak begitu keras.
Cara membuatnyapun terbilang cukup sederhana. Biasanya dipilih pisang raja nangka yang masih setengah matang. Keistimewaan pisang raja nangka (dalam mitologi dikenal sebagai pisang sajian khusus untuk raja-raja) adalah aromanya yang khas, yakni perpaduan antara rasa asam dan manis alami. Setelah dikupas, pisang dikukus selama 5 sampai 6 jam hingga warnanya berubah menjadi merah kecoklatan. Kemudian dihaluskan dengan cara ditumbuk hingga menjadi adonan. Dalam prosesnya adonan untuk ukuran satu panci diberi empat sendok gula pasir yang sudah dihaluskan. Ini dimaksudkan untuk menambah rasa manis Gethuk Pisang. Kemudian untuk mengaluskan adonan tersebut digunakan mesin pengaduk khusus seperti mixer ukuran jumbo. Biasanya membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit. Langkah selanjutnya adonan diambil kira-kira satu genggaman tangan orang dewasa dan ditaruh di atas daun pisang yang sudah disiapkan sebelumnya. Lalu dibungkus dengan cara digulung secara vertikal dan kemudian disematkan batang lidi pada kedua ujungnya sebagai penahan agar tidak lepas. Jadilah Gethuk Pisang yang dijamin sanggup membuat lidah anda ketagihan. Inilah resep pembuatan Gethuk Pisang asli Kota Kediri yang membedakannya dengan jenis Gethuk yang lain. Karena alami tanpa tambahan zat apapun termasuk bahan pengawet, Gethuk Pisang Kota Kediri hanya bisa bertahan maksimal dua hari pada suhu 30 – 35 0C. Tetapi bisa bertahan empat sampai lima hari jika disimpan di lemari pendingin.
Untuk mendapatkan Gethuk Pisang di Kota Kediri anda tidak akan kesulitan karena dapat ditemukan di berbagai sudut Kota Kediri. Mulai dari pedagang asongan, kios-kios mungil di pinggir jalan, hingga pertokoan pusat oleh-oleh. Beberapa lokasi yang bisa anda kunjungi diantaranya di sentra oleh – oleh khas Kediri di Jalan Pattimura dan Jalan Yos Sudarso. Kemudian di pertokoan dan kios sekitar Alun – Alun, Stasiun KA dan di sekitar Terminal Baru. Bisa juga anda peroleh di kawasan pertokoan Jalan Dhoho, Jalan Brawijaya, Jalan Trunojoyo serta di sejumlah wilayah perbatasan Kota Kediri. Untuk menikmati Gethuk Pisang anda juga tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam karena harganya relatif murah dan sangat terjangkau masyarakat. Untuk sepotong Gethuk Pisang dijual mulai dari Rp. 2.500,- hingga Rp. 5.000,- tergantung ukuran Gethuk Pisangnya.
Bagi masyarakat Kota Kediri, membuat atau memproduksi Gethuk Pisang biasanya dijadikan sebagai usaha industri rumahan (home industry). Salah satu diantaranya adalah Cak Din, warga yang tinggal di Jl. Karanganyar No.45 RT.03/RW.01 Dusun Karanganyar Kelurahan Ngronggo Kecamatan Kota Kediri. Menurut Cak Din dia telah menggeluti jenis usaha home industry ini sejak tahun 2002, Menurutnya usaha atau bisnis Gethuk Pisang memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Hingga saat ini Cak Din sanggup menghidupi keluarganya dari usaha gethuk ini. Bahkan dia bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar tempat tinggalnya. Home Industry Gethuk Pisang milik Cak Din ini juga telah terdaftar pada DEPKES RI No. 130/13.04/94 dengan brand Citra Baru. Pasokan Gethuk Pisang Cak Din tersebar di hampir seluruh daerah, mulai dari pertokoan di sepanjang Jalan Pattimura dan Yos Sudarso dan di lingkup Kota Kediri, hingga merambah daerah perbatasan Kediri seperti Gurah, Pare, Kras, Ngantru, Kandat, Sambi, Papar, Kertosono, dan lain sebagainya.
Jika anda sudah mengetahui cara membuatnya, tidak ada salahnya mencoba kiat sukses Cak Din usaha Gethuk Pisang sebagai peluang bisnis baru di daerah Anda sendiri. Saran saya, datanglah ke Kota Kediri, nikmati kelezatannya, pelajari resepnya, dan jadikan peluang usaha untuk Anda!!! Selamat mencoba!!!